KONSEP DASAR KEPERAWATAN DAN PROSES KEPERAWATAN
A.PENGERTIAN PERAWATAN
Perawata berasala dari bahasa latin yaitu Nutrix
yang berarti merawat atau memelihara.
Perawat yaitu seorang yang berperan dalam merawat atau memelihara, memebantu dan melindungi
seseorang karena sakit, injury, dan proses penuaan.
Perawat profesional adalah perawat yang bertanggung
jawab dan berwenang memberikan pelayanan keperawatan secara mandiri atau
berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sesuai dengan kewenangan.
Perawat adalah orang memeliki kemampuan serta
kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki yang
telah di peroleh melalui pendidikan keperawatan.
Perawat adalah seorang yang telah lulus pendididkan
keperawatan baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peratura
perundang-undangan yang berlaku
Perawat adalah seorang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan yang memenuhi syarat serta kewenangan di negeri bersangkutan utuk
memberikan pelayanan keperawatan yang bertanggung jawab untuk meningkatkan
kesehatan,pencegahan penyakit dan pelayanan penderita sakit.
B. PERAN PERAWAT
Peran perawat adalah aktifitas perawat dalam praktik
yang di akui dan diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas
dan tanggungjawab keperawatan secarah profesional sesuai dengan kode etik
profesional.
Peran perawat menurut Doheny (1982) meliputi :
- Care Giver
- Clien Advocate
- Counsellor
- Educator
- Collaborator
- Coordinator
- Change Agent
- Counsultan
Dalam
melaksanakan praktik keperawatan, perawat melakukan peran dan fungsi sebagai
berikut :
1. Care Giver (Pemberi asuhan keperawatan),
Pada
peran ini perawat di harakan mampu:
a. Memberikan
layanan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat sesuai
diagnosis maslah yang bersifat sederhana sampai pada masalah yang kompleks.
b. Memperhatikan
individu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat harus memperhatikan
klien berdasarkan kebutuhan sinifikan dari klien.
c. Perawat
harus memperhatikan individu sebagai mahluk holistic dan unik dalam memberikan
asukan keperawatan..
2. Clien Advocate (Pembela untuk melindungi klien)
Perawat
berperan membantu untuk mempertahankan lingkungan yang aman bagi klien dan
mengambil tindakan untuk mencegah terjadi kecelakaan dan melindungi klien dari
efek yang tidak di inginkan yang berasal dari pengobatan atau tindakan
diagnostik tertentu. Sebagai pembela klien perawat bertugas :
a. Membantu
klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi
pelayanan dan memberikan informasi lain yang di perlukan untuk mengambil
persetujuan (inform concern) atas tindakan keperawatan yang di berikan kepadanya
b. Mempertahankan
dan melindung hak klien
c. Perawat
adalah pembelah dari hak-hak klien pembela,termasuk di dalamnya peningkatan apa
yang terbaik untuk klien, memastikan kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak klien.
Hak-hakklien antara lain:
- Hak atas pelayanan yang sebaik-baiknya
- Hak atas informasi tentang penyakitnya
- Hak atas privasi
- Hak untuk menentukan nasipnya sendiri
- Hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian tindakan.
3. Conselor (Pemberi bimbingan konseling klien)
Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tekanan psikologis
atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan untuk
meningkatkan pengetahuan seseorang, yang di dalamnya di berikan dukungan
emosional dan intelektual.
4. Educator (Pendidik klien)
Sebagai
pendidik klien, perawat membantu klien meningkatkan kesehatanya melalui
pemberian pengetahuan yang terkait dengan keperawatan dan tindakan medik yang
di terima sehingga klien/keluarga dapat menerima tanggung jawab terhadap
hal-hal yang di ketahui.Sebagai pendidik perawat juga dapat mendidik kelompok
keluarga yang beresiko tinggi, kader kesehatan dan lain sebagainya.
5.Collaborator (Berkolaborasi)
Peran
perawat disini perawat bekerja sama dalam tim kesehatan yang terdiri atas
dokter, fisioterapis, ahli gizi, dan multidisiplin kesehatan yang lain dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
6.Coordinator (Koordinator)
Perawat
memanfaatkan semua sumber-sumber dan potensi yang ada, baik materi maupun
kemampuan klien secarah terkoordinasi shingga tidak ada intervensi yang
terlewatkan maupun tumpang tindih. Dalam menjalankan tugas sebagai koordiator
perawat dapat melakukan hal-hal berikut;
a. Mengkoordinasi
seluruh pelayanan keperawatan
b. Mengatur
tenaga kesehatan yang akan bertugas
c. Mengembangkan
sistem pelayanan keperawatan
d. Memberikan
informsi tenyang hal-hal yang terkait dengan pelayanan keperawatan pada sarana
kesehatan.
7. Change Agent (Agen perubahan)
Sebagai pembaharuan,
perawat mengadakan inovasi dalam cara berpikir, bersikap, bertingkalaku, dan
meningkatkan keterampilan klien/keluarga agar menjadi sehat. Elemen ini
mencakup perencanaan, Kerjasama, perubahan yang sistematis, dalam berhubungan
dengan klien dan cara memberikan perawatan pada klien.
8.Counsultan (Konselor)
Elemen
ini secarah tidak langsung berkaitan dengan permintaan klien terhadap informasi
tentang tujuan keperawatan yang di berikan.
C. FUNGSI PERAWAT
Fungsi adalah suatu
pekerjaan yang harus dilaksananakn sesuai dengan peranya, fungsi dapat berubah
dari suatu keadaan kekeadaan yang lain.Ruang lingkup fungsi keperawatan semakin
berkemban dengan fukos manusia sebagai sentra pelayanan keperawatan. Bentuk
asuhan yang menyeluruh dan utuh, di ladasi keyakinan tentang manusia sebagai
mahluk bio-psiko-sosio-spiritual yang unik dan utuh. Dengan demikian perawat
bertanggungjawab dan bertanggung gugat terhadap hal-hal yang di lakukanya dalam
praktik keperawatan.
Pengertian fungsi
keperawata independen, dependen, dan interdependen di guanakan untuk
menggambarkan suatu tindakan keperawatan atau strategi keperawatan yang
dikerjankan oleh perawat:
- Fungsi Independen, Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantug pada orang lain, diama perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksegenasi , pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan antivitas dan lain-lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan kenyamanan , pemenuhan cinta dan mencintai, pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.
- Fungsi Dependen,Merupaka fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatan atas pesan atau intruksi dari perawat lain atau dokter.Hal ini biasanaya di lakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum atau dari perawat primer keperawat pelaksana atau pun dari dokter keperawat plaksana.
- Fungsi Interdependen, fungsi ini di lakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling ketergantungan di antara tim yang satu dengan tim lainya. Fungsi ini dapat terjadi apa bila bentuk pelayanan membutuhkan kerjasama tim dalam pemberian pelayanan seperti dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderita yang mempunyai penyakit kronis.
A.PENGERTIAN PROSES KEPERAWATAN
Proses
keperawatan adalah serangkaian tindakan yang sistematis berkesinanmbungan,
meliputi tindakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan individu atau
kelompok, baik yang aktual maupun yang potensial kemudian merencanakan tindakan
untuk menyelesaikan, mengurangi atau mencegah terjadinya masalah baru dan
melaksanakan tindakan atau menugaskan oranglain untuk melaksanakan tindakan
keperawatan serta mengevaluasi keberhasilan dari tindakan yang di kerjakan.
B.TAHAP-TAHAP PROSES KEPERAWATAN
- Pengkajian
- Diagnosis keperawatan
- Perencanaan
- Plaksanaan
- Evaluasi
C.TUJUA PROSES KEPERAWATAN
- Menggunakan metode pemecahan masalah, Pendekatan proses keperawatan memungkinkan perawat untuk mengidentifikasi seluruh kebutuhan yang di perlukan klien. Kebutuhan menggambarkan masalah yang terjadi pada klien, baik aktual maupun resiko. Identifikasi masalah keperawatan yang ada merupakan dasar bagi perawat untuk menetapka desain pemecahan masalahnya.Dengan itu tidakan yang di lakukan merupakan pemecahan masalah yang di perlukan oleh klien.
- Menggunakan satndar untuk praktik keperawatan, Perawat yang bertugas di tempat pelayanan dengan strata apa pun dan merawat klien dengan berbagai macam kasus, selalu menggunakan standar yang sama, yaitu proses keperawatan.Standar ini sangat pentig untuk menjamin bahwa klien telah mendapatkan pelayanan yang memadai.
- Memperoleh metode yang baku dan sesuai, Rasional (logis), dan Sistematis (urut dan rapi),Desain rencana tindakan keperawatan dalam pendekatan proses keperawatan selalu di tetapkan berdasarkan prinsip-prinsip yang ilmiah/rasional. Kerja yang sitematis dapat di lihat dari pada setiap langkah proses keperawatan. Karena sifatnya interdependen menjadikan kinerja perawat yang menggunakan pendekatan proses keperawatan menjadi rapi, terstuktur, setiap langkah saling berurutan,dan tidak dapat di tinggalkan atau di loncati satu samalain.
- Memperoleh motode yang dapat dipakai dalam segalah situasi,Sifat proses keperawatan yang fleksibel memungkinkan di pakainya pendekatan ini dalam segalah situasi.Proses keperawatan dalam keadaan tertentu (gawat darurat) dapat berlangsung secarah imajiner kemudian pencatatan dokumentasinya dilakukan setelah tindakan selesai di lakukan.
- Mempunyai Asuhan Keperawatan yang berkualitas,Hasil asuhan tergantung pada sejauh mana perawat dapat mengidentifikasi masalah klien , kemudian desai perencanaan yang ditetapkan untuk menyelesaikan maslah.Pendekatan proses keperawatan membantu perawat secarah lebih teliti melaksanakan tugas identifikasi masalah dan penetapan desain perencanaan yang ilmiah sehingga hasil asuhan yang dilaksanakan dapat berkualitas.
- Aspek Administrasi, catatan dokumentasi yang dibuat oleh perawat yang tersusun secara sistematis dan rapi membuat atministrasi rumah sakit baik, selain itu dapat meningkatkan kualitas mutu suatu instansi pelayanan kesehatan
- Aspek Hukum, Asuhan keperawatan yang di kerjakan sesuai dengan proses pendekatan keperawatan adalah tindakan yang rasional yang mamatuhi standar asuhan keperawatan, etika keperawatan, dan lafal sumah serta menghormati hak klien. Jika ada keluhan dari klen perawat akan mendapatkan perlindunga hukum bila bekerja sesuai standar.
- Aspek Ekonomi, Semakin baik prawat mengidentifikasi dan menetapkan pemecahan masalah, serta melakukan tindakan untuk memecahkan masalah klien maka samakin cepat pula proses pemulihan dan mempersingkat masa rawat yang meperingan pula beban ekonomi dari pasien/keluarga.
- Aspek Pendidikan dan Penelitian, Perawat adalah orang yang telah dinyatakan lulus dari pendidikan keperawatan, ilmu yag di dapatkan selama masa pendidikan di aplikasikan saat memberikan asuhan keperawatan pada pasien secarah langsung.Dokumentasi asuhan keperawatan juga memungkinkan perawat melakukan penelitian dari data-data yang ada dalam satus kesehatan pasien.
DAFTAR PUSTAKA
Iskandar . 2013. Keperawatan Profesional. Jakarta : In media
Rohmah, N dan S.Walid. 2016. Proses Keperawatan Teori dan Aplikasi.Jogjakarta : Ar-Ruzz Media
Heryanto. 2008. Konsep Dasar Keperawatan dengan Pemetaan Konsep. Jakarta : Selemba Medika


Komentar
Posting Komentar